Jaga Kepercayaan Rakyat, Pesan Presiden pada Hari Bhayangkara ke-80
BOGOR - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pidato dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 yang diselenggarakan di Pusat Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, dan disiarkan juga melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (1/7/2026).
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan beberapa pesan pada momen HUT Bhayangkara 2026. Atas nama Presiden, Prabowo menginginkan agar polisi terus menjaga kepercayaan rakyat. "Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," pesannya.
Presiden Prabowo juga meminta agar polisi Indonesia menjadi polisi yang dekat dengan rakyat, datanglah ketika rakyat membutuhkan, dengarkan rakyat, layani rakyat, dan melindungi rakyat, serta jangan justru menyusahkan rakyat.
"Ingat gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat, semua perlengkapan kita dari rakyat, karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat," ungkapnya.
Prabowo menambahkan, Polri harus menegakkan hukum dengan adil, berani membela yang benar, berani melindungi yang lemah, dan jangan pernah takut kepada siapapun sebab yang perlu ditakutkan hanya Tuhan Yang Maha Esa.
Dia juga meminta polisi Indonesia untuk terus meningkatkan profesionalisme, menguasai ilmu pengetahuan, menguasai teknologi kecerdasan buatan. Sebab kata dia, kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, cerdas dan yang handal.
Selanjutnya, dia juga meminta Polri untuk terus memperkuat sinergi. Sebab jelasnya, Polri tidak bisa bekerja sendiri, harus selalu bersama institusi lain, TNI, bersama pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, akademisi, media, pengusaha, petani, nelayan dan buruh, serta seluruh rakyat Indonesia.
"Karena itu jangan pernah berhenti memperbaiki diri, jangan sombong, semakin berisi semakin menunduk, rendah hati, tidak berarti rendah diri, justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik," kata dia.
Prabowo mengungkapkan, institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar, institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah, institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati.
Untuk itu, dia menyampaikan terima kasih kepada Kapolri beserta seluruh jajarannya yang terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, meningkatkan disiplin, memperkuat pelayanan publik dan membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa.
"Jagalah kehormatan Kepolisian Republik Indonesia dan yang paling penting jagalah bangsa dan rakyat Indonesia. Dirgahayu ke 80 Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polri untuk masyarakat, Polri presisi untuk Indonesia maju, selalu bersama rakyat,selalu menjaga Indonesia, Polri di depan sebagai Bhayangkara bangsa Indonesia," tutupnya.
Related Articles